mau sampai kapan minoritas yang menggerakan bagian vital bangsa, di mana mayoritas yang seharusnya berpartisipasi malah menggerakan bagian vital bangsa lain.
jangan bodoh dan membodohi diri sendiri









Kalau kamu susah nentuin jalan hidup kamu, ini saran saya, SIMPLE kok, tinggal dijawab
Kamu suka apa ? ( klise memang, jawab saja sebanyak - banyaknya )
Suka itu ada tiga : suka sebagai HOBI ; suka sebagai KARIER ; dan suka sebagai PASSION
Singkat cerita, ada tiga dokter, dokter pertama sejak kecil suka sekali pelajaran biologi dan dia sangat suka bereksperimen dengan anatomi manusia, itu adalah suka sebagai HOBI. Dokter kedua menjadi dokter di rumah sakit ternama dan mendapat gaji yang besar, ia rela bekerja sampai malam, tapi tujuan dia hanya mendapat uang dan memenuhi target dari rumah sakit, namun ia tetap enjoy dalam menjalaninya, itu suka sebagai KARIER. Dokter yang terakhir adalah dokter sukarelawan di pedalaman, ia tidak pernah minta dibayar, ia hanya menerima apa adanya dan tidak meminta balas jasa. Ia hanya ingin orang - orang di daerah tempat ia bekerja selalu sehat dan senang, itu suka sebagai PASSION.
Intinya, suka sebagai hobi adalah sesuatu yang kita enjoy dalam menjalaninya dalam memenuhi kesenangan pribadi, suka sebagai karier adalah sesuatu yang kita lakukan dengan senang hati dalam memenuhi kebutuhan jasmaniah, sedangkan suka sebagai passion adalah sesuatu yang kita lakukan dalam memenuhi kebutuhan rohaniah kita melalui hubungan kita dengan orang banyak. Tinggal pilih, mau ke yang HOBI, KARIER, atau PASSION ?
Kalau saya, saya pilih yang terakhir. Pertanyaan tersebut saya dapat dari mantan pres-dir Bank Bahari tempat orangtua saya bekerja dulu. Terima kasih pada beliau karena dengan itu saya berani berkata bahwa saya sangan mencintai dunia sosial, saya selalu berusaha membantu orang walaupun dengan itu saya harus berkorban, tapi justru itu yang membuat saya senang. Saya ingin mewujudkan impian saya menjadi social worker coordinator, di mana saya mendirikan sebuah company yang tugasnya terfokus pada negara - negara tertentu yang membutuhkan bantuan moral, spiritual, dan funding, juga termasuk negri saya tercinta, Indonesia :)
Ga selamanya yang lebih tua benar
Ga selamanya dunia didominasi yang tua
Kita hidup dan kita akan mati
Suatu generasi ga akan berkuasa selama - lamanya
Kita yang muda adalah penerus
Kita yang muda tidak bodoh dan tidak dapat selamanya dimanipulasi
Ganti zaman ganti generasi
Ganti tahun, otak juga ganti
Ga selamanya kami bodoh, itu harus ditekankan
Ga selamanya kita yang menerima
Sudah saatnya aspirasi kita diterima
Sudah saatnya modernisasi diadaptasi
"Globalisasi harus diterima"
Boleh dicoba konsultasi
Boleh dibuka forum
Apapun agar mental kita ga lembek
Supaya kita bisa jadi generasi yang membentuk sesuatu, bukan yang terima jadi
Harusnya kita dididik seperti itu, bukan ?
Harusnya
Kalau tidak mau malu dengan generasi ini
Dan kalau mau kita semua maju dan sukses
Ga selamanya yang muda tidak boleh didengarkan
@indonesianyouth #IYC Saatnya Suara Kita Didengar
Ga cuma didengar, tapi dipertimbangkan






( duh ni keyboard neken b sama h nya susah amat )